Intanbeauty’s Blog











{Maret 24, 2009}   MENGURANGI DAMPAK NEGATIF INTERNET

MENGURANGI DAMPAK NEGATIF INTERNET

Generasi internet. Begitulah mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan generasi anak jaman sekarang. Dari remaja bahkan sampai anak-anak pun fasih menggunakan fasilitas dunia maya yang satu ini. Informasi pun mengalir dengan mudahnya, bahkan televise pun tak dapat menandingi kedahsyatan fenomena yang satu ini. Namun sayangnya, karena mudahnya mengakses informasi itulah para orang tua jadi mulai mengkhawatirkan kelayakan informasi-informasi yang dapat dengan mudahnya diakses oleh anak-anak mereka.
Memang sangat beralasan kekhawatiran tersebut. Sebab dalam dunia maya banyak bersembunyi serigala-serigala berbulu domba yang senantiasa mengintai para generasi muda bangsa untuk diracuni otaknya dengan segala macam hal-hal amoral dan lain sebagainya. Nah, bagi anda para orang tua yang khawatir akan hal tersebut, ini ada beberapa tips untuk mengurangi efek negatif internet terhadap anak anda.

  1. Gunakanlah Web Filter berupa software seperti Surf Watch, Cyber Patrol, dan Cyber Safe, untuk mencegah teraksesnya situs-situs yang Anda rasa tidak sesuai untuk anak remaja. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan ketika sang anak melakukan akses internet di rumah pribadi, atau di tempat yang kita ketahui.
  2. Biasakanlah Anda melacak dan memeriksa history internet Anda. Anda harus bisa meyakinkan mereka bahwa Anda pasti bisa melacak situs-situs yang mereka kunjungi, meskipun mereka mengaksesnya di saat Anda tidak di rumah. History, yang berisi memori situs yang telah diakses memang sangat mungkin dihapus, tapi begitupun Anda harus bisa meyakinkan mereka bahwa Anda pasti bisa melacak situs-situs yang mereka kunjungi, meskipun mereka mengaksesnya di saat Anda tidak di rumah.
  3. Biasakanlah memonitor kegiatan surfing yang dilakukan anak Anda. Misalnya saja, Anda bisa meletakkan komputer di sebuah ruang yang mudah terlihat. Jangan sekali-kali meletakkan komputer di ruang tersembunyi apalagi di ruang pribadi, seperti di kamarnya. Pastikan juga bahwa pintu ruang internet itu selalu terbuka agar lebih mudah melakukan kontrol. Tengoklah layar monitornya tanpa harus membuat sang anak merasa terganggu.
  4. Lakukanlah bimbingan kepada anak Anda terhadap situs-situs yang layak dan bermanfaat untuk diakses. Bisa situs yang terkait dengan olah raga, ilmu pengetahuan, informasi berita, maupun situs-situs keterampilan yang mungkin disukai oleh anak Anda.
  5. Bila Anda tidak mempunyai internet pribadi, jangan sekali-kali melarang dan sangat apriori terhadap anak untuk melakukan akses internet. Hal itu akan berdampak anak Anda akan melakukan akses secara sembunyi, dan yang lebih berbahaya dari itu adalah ia akan melakukan surfing ke berbagai situs yang tidak baik. Maklum, karena secara psikologis anak-anak memiliki keingintahuan yang besar.
  6. Jalinlah komunikasi yang baik dengan anak Anda tentang berbagai masalah yang berpengaruh negatif terhadap dirinya, termasuk dalam masalah internet. Khususnya dalam program chatting yang kini menjadi hobi banyak anak-anak. Tekankan pada mereka agar jangan sekali-sekali memberi informasi pribadi, baik nama lengkap, nomor telepon, alamat rumah, sekolah dan sebagainya. Apalagi, melakukan pertemuan dengan lawan bicaranya dalam chatting.
  7. Menjalin komunikasi yang baik juga dapat terwujud dengan dialog yang hangat saat anda melakukan aktifitas yang rileks, dengan menanyakan apa saja yang ia peroleh dari internet. Kalau perlu anda bisa memancingnya untuk berdiskusi terhadap berbagai informasi yang ia sampaikan. Dengan keterbukaan seperti ini, anak Anda akan merasa diberi kepercayaan yang sangat berguna baginya untuk lebih dewasa dalam melakukan aktifitas.
  8. Ketujuh kiat di atas tentu belum memastikan anak-anak terhindar dari dampak negatif internet. Sisanya, tinggal bagaimana Anda berusaha melakukan pendekatan yang harmonis dengan anak anda dan menjadikannya tidak sungkan untuk membicarakan berbagai halnya secara pribadi kepada anda. Insya Allah, keterbukaan dan komunikasi yang baik inilah yang akan lebih membentengi mereka dari berbagai penyimpangan serta memungkinkan orang tua memberi bimbingan sebelum mereka terperosok pada berbagai kekeliruan.
Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: